Macam-macam majas
Entah mengapa beberapa hari ini saya
suka kali membuat kalimat yang “aneh”. Nah lama kan saya tidak membuat tulisan
di blog Kuli Tambang Belajar Menulis Kisahnya. Boleh ya saya menulis tentang
macam-macam majas. Ehm..jadi ingat masa-masa sekolah. Ingat sekali Ibu Kori
Guru Bahasa Indonesia yang galak tapi baik hati sama seperti saya :d
Macam-macam Majas : Gaya
bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang
bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.
1)
Majas Metafora : Gabungan dua hal
yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang,
kambing hitam
2)
Majas Alegori : Majas perbandingan
yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai
nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3)
Majas Personifikasi : Majas yang
melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda,
sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa,
baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4)
Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi )
: Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh :
Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5)
Majas Antilesis : Gaya bahasa yang
membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6)
Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa
yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika
mendengar anaknya kecelakaan
7)
Majas Ironi : Gaya bahasa yang
bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai –
sampai tidak bisa dibaca
8)
Majas Litotes : Majas yang digunakan
untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh :
Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah)
9)
Majas Sinisme : Majas yang
menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan
sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga
membuatnya menangis
11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang.
Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata –
kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada
proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata /
ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure
kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu
kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara
berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik
ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal
berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para
camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut
– turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja,
dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang
jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang
bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang
sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah
apel merah
22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai
penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya
repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini
lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus
mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin
merasa kaya
25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu
dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah
darat
26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain
terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo 27) Majas Tautologi : Majas yang
melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya (
bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was
dengannya
27) Majas Sinedoke : Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai
pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. Majas Sinedoke dibagi menjadi 2
yaitu : => Pars pro toto : Majas yang menyebutkan sebagian, tetapi untuk
benda itu secara keseluruhan. Contoh : Ayah membeli dua ekor kambing => Totem
pro parte : Majas yang menyebutkan keseluruhan, tertapi hanya untuk sebagian
saja. Contoh : Kaum wanita memperingati Hari Kartini
Sumber:
- http://bit.ly/copynwin
- Berbagai
sumber
Komentar
Posting Komentar